Untuk itu, ia mengajak semua pihak terkait termasuk Pemrov Kaltim maupun Pemkab Kutai Kartanegara beserta para pelaku budaya, harus seoptimal mungkin menjaga dan melestarikan kekayaan budaya hingga adat istiadat, karena kekayaan tak benda ini memiliki daya tarik besar terhadap perkembangan pariwisata.

Sementara itu, prosesi mendirikan Tiang Ayu atau Pinang Ayu dipimpin langsung oleh pemangku adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Tiang penuh hiasan itu didirikan sebagai simbol kemakmuran, kesuburan, dan tanda resmi dibukanya pesta adat.Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan seremonial di Stadion Rondong Demang, pembukaan expo dan bazar UMKM, serta acara Beluluh Sultan dan Bepelas malam hari ini.

Festival yang akan berlangsung hingga 27 September tersebut akan ditutup dengan prosesi merebahkan Pinang Ayu pada 28 September, bertepatan dengan peringatan HUT Kota Tenggarong.