"Tujuan akhirnya bukan sekadar membuat orang mencicipi makanan Indonesia. Kita ingin rasa menjadi alasan orang melakukan perjalanan, datang ke suatu daerah, bertemu masyarakatnya, mengenal bahan pangannya, mendengar ceritanya, lalu meninggalkan manfaat ekonomi bagi mereka yang hidup di sepanjang rantai gastronomi tersebut," kata dia.
Upaya mempertemukan produk gastronomi dengan pasar dilakukan melalui Artisan Market pada 2 sampai 4 Oktober 2026 di Grand Hotel De Djokja yang menghadirkan 21 tenant dari wilayah Joglosemar dan Jakarta serta 13 kolaborator untuk workshop, sharing session, dan live cooking demo.
Ia menyebut produk yang dihadirkan antara lain beras beraroma khas, rempah, keju artisan, teh dan kopi nusantara, jamu, madu, gula kelapa organik, tempe, kue kering artisanal, serta minuman fermentasi seperti kombucha dan soda artisan.
"Produsen dan UMKM dari berbagai daerah dipertemukan dengan pasar melalui beragam produk. Ini penting, karena ekosistem gastronomi hanya akan berkembang ketika mereka yang menghasilkan produk juga memperoleh akses kepada pembeli, industri, dan peluang pasar yang lebih luas," katanya.