NADIKABAR.COM β€” Kementerian Pariwisata berupaya memperketat keamanan wisatawan selama berwisata di kawasan gunung api di wilayah Indonesia.

β€œTerkait aktivitas beberapa gunung api secara bersamaan, keputusan keselamatan tidak didasarkan semata-mata pada jumlah gunung yang aktif, tetapi pada data pemantauan dan rekomendasi terbaru dari otoritas terkait,” kata Juru Bicara Kemenpar Nia Niscaya kepada NadiKabar di Jakarta, Selasa.

Menanggapi aktifnya aktivitas sejumlah gunung api di Indonesia belakangan ini, Nia menyampaikan pemerintah terus memperkuat keselamatan wisata melalui pencegahan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pedoman keselamatan, pemetaan risiko, serta koordinasi lintas kementerian/lembaga.

Kementerian Pariwisata juga telah melaksanakan pelatihan peningkatan keselamatan wisata di berbagai daerah, termasuk pelatihan wisata gunung di Kabupaten Gowa pada Maret 2026, untuk memperkuat kemampuan pengelola destinasi dan pemandu dalam mitigasi risiko serta penanganan keadaan darurat.

Khusus kegiatan wisata, dia menyebut Kementerian Pariwisata sudah berkolaborasi dengan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah sesuai kewenangannya untuk memastikan penerapan standar keselamatan.

β€œAktivitas gunung api bersifat dinamis, sehingga pembatasan kegiatan harus mengikuti status masing-masing gunung,” kata Nia.

Nia menyebut sejumlah penguatan dilakukan melalui pengendalian daya tampung dan aktivitas wisata sesuai status vulkanik dan kondisi lapangan, ketersediaan infrastruktur mitigasi, seperti jalur evakuasi, titik kumpul, rambu, dan informasi kebencanaan.

Penguatan lainnya juga dilakukan melalui penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan dan keadaan darurat oleh pengelola destinasi hingga penguatan kompetensi pemandu wisata gunung sesuai KKNI dan standar yang berlaku.

Dalam kesempatan itu, Nia turut menyoroti Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan wisata gunung api sebagai bagian dari wisata alam dan petualangan.

Dengan 127 gunung api aktif yang berada di kawasan Ring of Fire (cincin api), negara memiliki keunggulan geologi yang dapat dikembangkan menjadi pengalaman wisata berbasis alam, petualangan, olahraga, edukasi, geowisata, hingga budaya masyarakat sekitar.