Aktivitas pelayaran kapal wisata ke TN Komodo dan sekitarnya sebelumnya hanya terhenti beberapa jam saat BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami seusai gempa pertama pada 15 Agustus 2026 pagi.
Setelah peringatan dicabut, kapal wisata kembali diizinkan berlayar oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo.
Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Komodo juga secara umum berjalan normal. Pembatalan hanya terjadi pada penerbangan menuju sejumlah wilayah di Flores yang terdampak gempa.
Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi menyambut baik rencana pengembangan destinasi baru tersebut. Menurutnya, semakin banyak pilihan wisata dapat memperpanjang lama tinggal wisatawan di Labuan Bajo.
"Bagaimana lama tinggal wisatawan yang ada di Labuan Bajo dari 2,8 hari itu menjadi 7 hari. Dengan begitu banyaknya spot wisata yang akan dibangun, ditata oleh Kementerian Pariwisata, maka besar kemungkinan orang-orang lama tinggal di Labuan Bajo," kata Edi Endi.