Potensi itu dinilainya dapat memberikan dampak besar pada perekonomian bangsa, sehingga Kementerian Pariwisata mulai menempatkan wisata kebugaran sebagai bagian dari pengembangan wisata minat khusus dalam program prioritas menuju pariwisata berkualitas. Hal itu juga melandasi penyusunan peta jalan bagi wisata kebugaran di Indonesia.

Sebelumnya, Kementerian Pariwisata telah meluncurkan sebuah buku panduan dan konsep jalan bertajuk "Wellness Journey Across the Java Wonders" yang di dalamnya membahas mengenai 10 jalur dan tema perjalanan yang mengangkat potensi kebugaran berbasis alam dan budaya Jawa.

Upaya lain yang telah dilakukan yakni menyelenggarakan program "Wonderful Indonesia Scale Up Hub" untuk memberikan pendampingan bisnis bagi penyedia paket wisata, gastronomi, dan kebugaran guna meningkatkan kapasitas usaha dan kesiapan produk memasuki pasar.

"Sementara itu, dari sisi investasi, KEK Sanur dan KEK Kura-Kura Bali menawarkan peluang pengembangan fasilitas dan layanan yang mendukung industri kesehatan, kebugaran, serta para wisata berkualitas," ujar Widiyanti.

Dia melanjutkan dari sisi pengembangan event, Kementerian Pariwisata telah memberikan dukungan terhadap berbagai penyelenggaraan kegiatan yang berhubungan dengan aktivitas kebugaran seperti Jogjakarta Cultural Wellness Festival (JCWF) tahun 2026 akan diselenggarakan pada 6 sampai 8 November 2026 di Venue Loman Park Hotel, DI Yogyakarta.