Kegiatan yang mengangkat tema "Reconnect-Reconnecting People, Culture & Wellbeing" itu diharapkan dapat memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi wisata kebugaran berbasis budaya di Indonesia dan membuka banyak peluang kolaborasi yang berlanjut di luar penyelenggaraan festival.
Festival yang diselenggarakan oleh Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY itu dinilainya akan mengangkat keunggulan wisata kebugaran Indonesia melalui tradisi jamu, rempah nusantara, perawatan tradisional, serta praktik kebugaran berbasis kearifan lokal yang menjadi pembeda dari pasar internasional lainnya.
"Event seperti ini sangat dibutuhkan di tengah situasi sekarang yang sangat kompetitif dan geopolitik yang sedang bergejolak sehingga membuat suasana intens di mana-mana. Jadi kita membutuhkan ketenangan, kesehatan pikiran, tubuh dan jiwa untuk kembali menemukan harmoni," tambahnya.
Di samping itu, Widiyanti juga berharap pergelaran event dapat menggerakkan kegiatan ekonomi sekaligus menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.