NADIKABAR.COM — Kementerian Pariwisata berupaya meningkatkan daya saing, akses pasar, investasi dan kemitraan bagi para pelaku usaha dalam sektor pariwisata melalui program Wonderful Indonesia Scale-up Hub (WISH) 2026.

"Melalui pelatihan, pendampingan, mentoring, dan business matching, program ini diharapkan dapat menjembatani potensi usaha dengan peluang pengembangan bisnis yang lebih konkret," kata Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata Rizki Handayani Mustafa dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Rizki menyampaikan WISH 2026 memberikan pelatihan, pendampingan bisnis, serta kesempatan membangun jejaring usaha untuk meningkatkan daya saing industri pariwisata nasional. Program ini mengangkat akselerasi bisnis yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha pariwisata, baik dari aspek pengelolaan bisnis, kualitas produk dan layanan, maupun akses terhadap pasar, permodalan, dan kemitraan strategis.

Tahun ini, program itu berfokus pada pengembangan usaha pariwisata di tiga bidang unggulan, yakni gastronomi, kebugaran, dan wisata berbasis warisan budaya. Ketiga bidang tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk menghadirkan pengalaman wisata yang autentik sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi dari kekayaan kuliner, tradisi, budaya, dan potensi lokal Indonesia.

Setelah melalui seleksi administrasi, peningkatan kapasitas tahap I dan II, kurasi, serta pendampingan mentor, sebanyak 25 peserta terpilih mengikuti Demo Day WISH 2026. Kegiatan puncak tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk mempresentasikan perkembangan usaha, inovasi, keunggulan produk, serta kesiapan bisnis mereka di hadapan calon investor, mitra usaha, dan pemangku kepentingan industri pariwisata.