Hal ini dinilai menjadi bukti pengembangan kompetensi melalui pendidikan dan pelatihan industri dapat menghasilkan tenaga kerja yang mampu berkontribusi dalam karya kreatif berskala nasional.

"Kalau kita seriusin, potensi anak-anak kita ternyata bisa. Hanya perlu perhatian dan concern kita sebagai anak bangsa," ujarnya.

Karena itu, penguatan industri animasi perlu diikuti dengan peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pengembangan fasilitas pelatihan, serta kerja sama yang lebih erat antara lembaga pendidikan dan pelaku industri.

Balai Diklat Industri Denpasar menjadi salah satu fasilitas yang mendukung upaya tersebut melalui program pelatihan, pemagangan, dan kerja sama dengan industri.

Fasilitas ini juga dapat dimanfaatkan siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk memperdalam pengetahuan dan meningkatkan kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.