NADIKABAR.COM — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat kinerja industri manufaktur nasional pada September 2026 masih berada dalam fase ekspansi, tercermin dari Indeks Kepercayaan Industri (IKI) sebesar 51,93.
Capaian tersebut menurut Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif di Jakarta, Rabu menunjukkan aktivitas manufaktur nasional tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global dan domestik.
Disampaikan dia, meski IKI September 2026 melambat 0,37 poin dibandingkan Agustus yang mencapai 52,30, mayoritas subsektor industri masih mencatat ekspansi.
Dari 23 subsektor industri pengolahan yang dianalisis, sebanyak 15 subsektor mengalami ekspansi dan delapan subsektor mengalami kontraksi. Subsektor yang ekspansif tersebut berkontribusi 84,4 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas pada triwulan II 2026.
Dua subsektor dengan nilai IKI tertinggi pada September adalah industri minuman serta industri alat angkutan lainnya. Sementara itu, sejumlah subsektor yang mengalami kontraksi antara lain industri kulit, kayu, kertas, karet dan plastik, komputer, elektronik dan optik, peralatan listrik, serta mesin dan perlengkapan.
Dari variabel pembentuk IKI, indeks pesanan meningkat menjadi 53,40 dari 53,13 pada Agustus. Indeks produksi berada di level 53,78 meski turun 1,32 poin, sedangkan indeks persediaan masih kontraksi di level 45,45.
Berdasarkan orientasi pasar, IKI industri berorientasi ekspor tercatat 52,60, sedangkan industri berorientasi domestik mencapai 50,94. Keduanya masih berada dalam fase ekspansi meski masing-masing melambat dibandingkan Agustus.
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya menjaga keseimbangan pasar domestik dan ekspor di tengah tantangan berupa persaingan produk impor, kenaikan biaya produksi, dan dinamika perdagangan global.