Menurut Agus, keikutsertaan Kemenperin dalam Halal Indo 2026 merupakan bagian dari upaya mempersiapkan industri halal nasional agar mampu bersaing dan menembus pasar global, sekaligus mendukung kebijakan pemerintah menjadikan Indonesia sebagai pusat industri halal dunia.
Halal Indo 2026 menempati area pameran seluas 12.740 meter persegi dengan target lebih dari 30 ribu pengunjung dan melibatkan lebih dari 400 pelaku usaha dari dalam dan luar negeri. Pameran mencakup sektor makanan dan minuman, farmasi dan obat tradisional, kosmetik dan lifestyle, keramik dan tableware, tekstil dan produk tekstil, barang gunaan, serta kawasan industri halal.
"Skala penyelenggaraan Halal Indo tahun ini menunjukkan besarnya peluang sekaligus tingginya perhatian terhadap industri halal. Hal ini perlu dimanfaatkan oleh pelaku industri nasional, khususnya industri kecil dan menengah, untuk memperluas jejaring bisnis, meningkatkan promosi, dan membuka akses terhadap calon pembeli potensial dari berbagai negara," ujar Menperin.
Sekretaris Jenderal Kemenperin Eko SA Cahyanto mengatakan Kemenperin membangun Paviliun Kementerian Perindustrian seluas 1.818 meter persegi yang terdiri atas main booth, 174 standard booth, area layanan halal oleh Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Kemenperin, layanan publik Biro Humas, serta showcase pemenang Indonesia Halal Industry Awards (IHYA).
"Antusiasme pelaku industri untuk berpartisipasi cukup tinggi. Sejak pendaftaran fasilitasi booth dibuka pada 25 Mei 2026, sebanyak 236 pelaku industri mendaftar. Melalui proses kurasi bersama unit pembina sektor, ditetapkan 174 peserta atau co-exhibitor Paviliun Kemenperin, yang terdiri atas 20 industri besar dan 154 industri kecil dan menengah," ungkap Eko.