Kemenperin memproyeksikan tren pertumbuhan kendaraan listrik akan bergerak semakin signifikan dipicu pergeseran pola pikir masyarakat dari pemakaian kendaraan konvensional ke kendaraan listrik.

Faktor pendorong utamanya adalah tingginya ketidakpastian harga bahan bakar minyak (BBM) di pasar global yang membuat efisiensi kendaraan listrik semakin dilirik oleh berbagai kalangan konsumen.

Dirinya menyebut dampak positif dari kepastian regulasi ini sudah terlihat nyata pada pangsa pasar kendaraan roda empat listrik. Penetrasi pasar mobil listrik di Indonesia secara akumulatif telah berhasil menyentuh angka 16,8 persen hingga periode Agustus tahun ini.

"Populasinya terpantau melaju pesat mengejar dominasi kendaraan berbasis fosil. Sementara untuk sektor roda dua, saat ini masih dalam fase mencari bentuk terbaik di pasar domestik," ucapnya.