βIndonesia perlu secara bertahap mengurangi ketergantungan pada bahan baku berbasis fosil konvensional,β ujar Aditya.
Menurut dia, pengembangan bahan baku alternatif seperti bionafta, bioetanol, bahan baku hasil daur ulang, hidrogen, dan green methanol menawarkan peluang yang menjanjikan untuk menurunkan intensitas karbon sekaligus memperkuat ketahanan pasokan bahan baku.
Aditya menambahkan, pilar terakhir adalah penerapan ekonomi sirkular dan manajemen limbah (waste management) oleh industri.
Melalui pendekatan itu, ia mengatakan industri diharapkan dapat memaksimalkan nilai material, memperpanjang siklus hidup produk, mengurangi limbah,meningkatkan produktivitas sumber daya, serta menciptakan peluang ekonomi baru dari sumber daya yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal.