"Pengelolaan aset dan usaha keolahragaan membutuhkan kompetensi manajerial yang kuat, pemahaman terhadap industri olahraga, serta kemampuan melihat olahraga sebagai sebuah ekosistem yang memiliki potensi ekonomi. Karena itu, kami membuka kesempatan yang lebih luas bagi para profesional yang memiliki kapasitas dan pengalaman yang relevan," ujar Erick dalam keterangannya, Kamis (24/9/2026).

Menurut Erick, figur yang terpilih nantinya diharapkan mampu mendukung Direktur Utama untuk membawa LPUK menjadi lembaga yang semakin adaptif, inovatif, dan berorientasi pada hasil. Penguatan pengelolaan aset dan usaha keolahragaan juga diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pengembangan industri olahraga nasional.

"Ini bagian dari transformasi yang sedang kita lakukan. Kita ingin aset negara dikelola secara optimal dan memberikan manfaat yang semakin besar bagi pengembangan olahraga. Pada saat yang sama, LPUK harus mampu bergerak lebih adaptif dan inovatif mengikuti perkembangan industri olahraga," jelas Menpora berusia 56 tahun ini.

Direktur Utama LPUK, Muhammad Oktaviandi, mengatakan pembukaan seleksi tersebut menjadi kesempatan untuk mendapatkan talenta terbaik yang dapat memperkuat kapasitas LPUK, khususnya dalam pengelolaan aset dan pengembangan usaha keolahragaan.

"Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi talenta yang memiliki kompetensi, pengalaman, dan visi untuk mengembangkan pengelolaan aset serta usaha keolahragaan. Kami berharap proses seleksi ini dapat menemukan figur yang mampu membawa perspektif baru, bekerja secara profesional, dan menciptakan nilai tambah bagi Kemenpora, LPUK, maupun ekosistem olahraga secara lebih luas," ujar Oktaviandi.