Teknologi irigasi hemat air juga dimanfaatkan untuk mengoptimalkan penggunaan air sehingga dapat menjangkau areal persawahan yang lebih luas. Dari total 358 lokasi tersebut, 272 lokasi diantaranya telah selesai ditangani dan 86 lokasi dalam penanganan

Kementerian PU juga berupaya melakukan penanganan kekeringan dengan memenuhi kebutuhan domestik masyarakat. Dari total 2.553 lokasi, sebanyak 2.077 lokasi telah selesai dan 476 lokasi saat ini masih dalam penanganan.

Untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat, Kementerian PU mengerahkan mobil tangki dan hidran umum ke kawasan permukiman, membangun sumur bor, serta bekerja sama dengan pemerintah daerah dan perusahaan air minum guna memperkuat pelayanan kepada masyarakat di wilayah terdampak kekeringan.

Saat ini air bersih yang telah terdistribusi sebanyak 48,9 juta liter air dengan penerima manfaat sebanyak 1,75 juta jiwa.

Seluruh penanganan tersebut dikawal melalui Satuan Tugas Antisipasi El Nino yang secara berkala memantau kondisi bendungan, embung, dan jaringan irigasi.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan sumber-sumber air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal sekaligus mengantisipasi dampak kekeringan yang masih berpotensi berlangsung hingga November 2026.