Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, Iqbal Akbarudin mengusulkan agar pendampingan warga juga melibatkan sekolah, pendamping sosial, dan petugas layanan kesehatan. Menurutnya, DKI memiliki beragam program bantuan daerah dengan kriteria penerima yang berbeda-beda, sehingga diperlukan dukungan pendataan yang sesuai dengan kebutuhan tiap program.
Iqbal juga mengusulkan pengembangan sistem yang dapat menghubungkan data bantuan pemerintah pusat dan daerah.
"Kita diberikan misalnya channel khusus pengembangan dari DKI. Dan hasil padanan dari kita langsung ditransfer juga ke Kemensos," kata Iqbal.
Menanggapi usulan tersebut, Andy menjelaskan bahwa sistem dapat dikembangkan untuk mendukung berbagai program sepanjang basis data dan kriteria kelayakan masing-masing program tersedia.
"Prinsip dasarnya bisa, asal ada kriteria, asal ada basis data, ditanamkan ke sini," kata Andy.
Gus Ipul meminta agar usulan integrasi tersebut ditindaklanjuti bersama tim terkait. Ia berharap data yang terhubung dapat membantu pemerintah mengetahui bantuan apa saja yang telah diterima suatu keluarga, sehingga program pusat dan daerah dapat saling melengkapi.
Di akhir pertemuan, Kemensos dan Pemkot Jakarta Pusat sepakat menyiapkan pelatihan awal bagi perangkat wilayah dan pendamping sosial sebelum sosialisasi menjangkau para ketua RT. Jadwal dan lokasi pelatihan akan dikoordinasikan lebih lanjut. Setelah seluruh tahapan sosialisasi selesai, deklarasi Gerakan Peduli Tetangga direncanakan digelar bersama Gubernur DKI Jakarta.
"Setelah selesai semua RT diajarin, baru deklarasi. Jadi sudah paham dulu," kata Gus Ipul.