Gus Ipul menekankan seluruh tenaga Sekolah Rakyat, mulai dari kepala sekolah, guru, wali asrama, wali asuh, satuan pengamanan hingga pengelola data, harus bekerja secara disiplin dan berpegang teguh pada kode etik.

Hal tersebut diperlukan mengingat siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga pada kelompok kesejahteraan desil satu dan dua dengan latar belakang sosial maupun pendidikan yang beragam.

Ia menjelaskan penerimaan siswa Sekolah Rakyat tidak menggunakan tes akademik sehingga diperlukan pendekatan khusus untuk membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan pendidikan berasrama.

Sebagian siswa, kata dia, bahkan sebelumnya mengalami putus sekolah selama beberapa tahun sehingga membutuhkan penyesuaian dalam proses pembelajaran maupun pencatatan data pendidikan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya penguatan kapasitas tenaga pengelola Dapodik agar data siswa dapat terus dimutakhirkan sesuai dengan kondisi sebenarnya.