Selain itu, tenaga manajemen kasus diperlukan untuk menangani berbagai persoalan siswa yang membutuhkan pendampingan khusus, termasuk melalui layanan rehabilitasi apabila diperlukan.

Gus Ipul menyebut proses adaptasi siswa umumnya berlangsung selama satu hingga enam bulan pertama, terutama dalam membiasakan diri dengan jadwal kegiatan berasrama sejak bangun tidur hingga kembali beristirahat.

"Intinya, SDM-nya terus diperkuat, tata kelolanya terus diperbaiki, mudah-mudahan ini sesuai dengan harapan Bapak Presiden," katanya.

Ia menambahkan saat ini Sekolah Rakyat telah melayani sekitar 45.000 siswa. Pemerintah juga menargetkan setiap kabupaten dan kota memiliki satu gedung permanen Sekolah Rakyat dengan kapasitas sedikitnya 2.000 siswa dari jenjang SD hingga SMA.

Menurut dia, sebanyak 100 gedung permanen telah tersedia, dengan 93 di antaranya sudah beroperasi, sedangkan sisanya masih dalam proses pembangunan.