NADIKABAR.COM — Kementerian Sosial (Kemensos) membekali 800 sumber daya manusia (SDM) Sekolah Rakyat dari tiga unsur untuk memperkuat tata kelola dan pendampingan terhadap siswa dari keluarga kurang mampu.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu, mengatakan pembekalan tersebut melibatkan tenaga manajemen kasus, satuan pengamanan, serta pengelola Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
"Tadi ada 800 dari tiga unsur. Yang pertama manajemen kasus, yang kedua satuan pengamanan, yang ketiga Dapodik pengelola data," kata Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul.
Ia menjelaskan pembekalan dilakukan sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing unsur untuk meningkatkan profesionalisme tenaga pendukung dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
Menurut dia, keberadaan tenaga pendukung tersebut penting karena Sekolah Rakyat tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan, tetapi juga rehabilitasi dan pemberdayaan bagi siswa dari keluarga miskin.
"Kita tahu Sekolah Rakyat itu ada beberapa fungsi, yang pertama edukasi, rehabilitasi, dan di sana juga ada pemberdayaan. Sehingga kita butuh SDM yang bekerja dengan baik di bidang masing-masing," ujarnya.
Gus Ipul menekankan seluruh tenaga Sekolah Rakyat, mulai dari kepala sekolah, guru, wali asrama, wali asuh, satuan pengamanan hingga pengelola data, harus bekerja secara disiplin dan berpegang teguh pada kode etik.
Hal tersebut diperlukan mengingat siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga pada kelompok kesejahteraan desil satu dan dua dengan latar belakang sosial maupun pendidikan yang beragam.
Ia menjelaskan penerimaan siswa Sekolah Rakyat tidak menggunakan tes akademik sehingga diperlukan pendekatan khusus untuk membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan pendidikan berasrama.
Sebagian siswa, kata dia, bahkan sebelumnya mengalami putus sekolah selama beberapa tahun sehingga membutuhkan penyesuaian dalam proses pembelajaran maupun pencatatan data pendidikan.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya penguatan kapasitas tenaga pengelola Dapodik agar data siswa dapat terus dimutakhirkan sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Selain itu, tenaga manajemen kasus diperlukan untuk menangani berbagai persoalan siswa yang membutuhkan pendampingan khusus, termasuk melalui layanan rehabilitasi apabila diperlukan.
Gus Ipul menyebut proses adaptasi siswa umumnya berlangsung selama satu hingga enam bulan pertama, terutama dalam membiasakan diri dengan jadwal kegiatan berasrama sejak bangun tidur hingga kembali beristirahat.
"Intinya, SDM-nya terus diperkuat, tata kelolanya terus diperbaiki, mudah-mudahan ini sesuai dengan harapan Bapak Presiden," katanya.
Ia menambahkan saat ini Sekolah Rakyat telah melayani sekitar 45.000 siswa. Pemerintah juga menargetkan setiap kabupaten dan kota memiliki satu gedung permanen Sekolah Rakyat dengan kapasitas sedikitnya 2.000 siswa dari jenjang SD hingga SMA.
Menurut dia, sebanyak 100 gedung permanen telah tersedia, dengan 93 di antaranya sudah beroperasi, sedangkan sisanya masih dalam proses pembangunan.