NADIKABAR.COM — Kementerian Sosial (Kemensos) berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam pemanfaatan hasil riset dan inovasi teknologi untuk mendukung operasional Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia.

Kolaborasi kedua instansi dituangkan melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Menteri Sosial Saifullah Yusuf dengan Kepala BRIN Arif Satria di aula Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis.

"Kami melakukan MoU kemarin dengan Universitas Pertahanan. Hari ini dengan BRIN. Intinya bahwa kami sangat membutuhkan dukungan dari BRIN dalam rangka menyempurnakan dan memperbaiki tata kelola penyelenggaraan Sekolah Rakyat," kata Saifullah Yusuf.

Dia menyatakan kerja sama ini bertujuan untuk memanfaatkan hasil inovasi maupun riset dari BRIN dalam rangka memperkuat penyelenggaraan Sekolah Rakyat dengan menyediakan berbagai produk inovasi buatan dalam negeri yang siap diaplikasikan di lingkungan sekolah.

Inovasi itu berupa teknologi pengolahan sampah, inovasi pengadaan air bersih yang akan diterapkan di sekitar 14 titik Sekolah Rakyat, hingga produk sepatu lokal berbahan dasar karet untuk pendukung kegiatan siswa tahun ajaran baru.

Tak hanya dari segi infrastruktur, BRIN juga akan melakukan riset dan evaluasi pada proses pembelajaran sebagai langkah strategis menyempurnakan kualitas pendidikan secara lebih inklusif.

Program Sekolah Rakyat digagas sebagai bentuk kepedulian Negara terhadap anak-anak dari keluarga tidak mampu dengan prioritas status desil 1 dan 2, termasuk anak putus sekolah maupun anak yang belum pernah mengecap pendidikan.

Sejak berjalan lebih dari satu tahun, Sekolah Rakyat telah menampung lebih dari 44.000 siswa dari jenjang SD, SMP hingga SMA serta didukung oleh lebih dari 10.000 guru dan tenaga kependidikan.

Saat ini gedung permanen telah berdiri di 93 titik dan ditargetkan akan bertambah lebih dari 60 titik pembangunan baru tahun ini. Pemerintah menargetkan setiap daerah memiliki gedung Sekolah Rakyat permanen dengan kapasitas lebih dari 2.000 siswa.