Secara cakupan manfaat, program Sekolah Rakyat juga melesat sejak pertama kali diluncurkan pada 2025 lalu. Sudah lebih dari 44.000 anak belajar di 182 titik sekolah rakyat yang tersebar di 34 provinsi Indonesia.

Sekolah rakyat, Gus Ipul melanjutkan, tak hanya memberikan pendidikan, tetapi juga menghadirkan rehabilitasi sosial. Tak sekedar mengajarkan ilmu, pengetahuan, tetapi juga membangun karakter, memulihkan kepercayaan diri, dan menumbuhkan harapan.

Namun, perjalanan masih panjang. Masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki dan masih banyak tantangan yang harus dihadapi.

"Karena itulah hari ini kita membuka pintu seluruh sekolah rakyat melalui Open House di seluruh Indonesia. Kita mengundang para kepala daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh warga sekitar untuk datang, melihat, mengenal, dan ikut merasakan kehidupan anak-anak kita di sekolah rakyat," ujarnya.

Gus Ipul juga memohon doa restu, dukungan, masukan, serta pengawasan untuk menjaga para siswa, mengantisipasi berbagai resiko, karena keberhasilan sekolah rakyat bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kepedulian semua.

"Terima kasih kepada pimpinan TNI-Polri, pemerintah daerah, segenap tokoh, lembaga swadaya masyarakat, dan semua pihak yang telah membantu penyelenggaran sekolah rakyat gagasan Presiden Prabowo," katanya.

Gus Ipul menutup sambutannya dengan bait sederhana tapi penuh makna.

"Ada anak yang dulu takut bermimpi karena hidup terlalu sering menghukum. Ada harapan yang nyaris berhenti karena kemiskinan membatasi langkah kaki. Namun hari ini cerita mulai berganti. Ada pintu terbuka, ada harapan bersemi. Dulu mereka hanya berani bermimpi. Kini mereka berani mengejar dan meraihnya sendiri," katanya.