"Mereka juga akan memotivasi supaya siswa Sekolah Rakyat juga memiliki kemauan kuat untuk memiliki keterampilan," ujarnya.
Menurutnya, siswa Sekolah Rakyat memiliki perbedaan latar belakang yang cukup beragam, sehingga diperlukan penyesuaian, adaptasi, dan proses pembelajaran yang panjang, utamanya untuk hidup berdampingan bersama orang lain dari wilayah yang memiliki karakter berbeda-beda.
Proses pembelajaran Sekolah Rakyat sudah dilakukan sejak 2025. Saat ini, sudah ada lebih dari 44 ribu siswa Sekolah Rakyat seluruh Indonesia, berada di 181 tempat dengan jenjang SD, SMP, dan SMA.
Rektor Unhan Letnan Jenderal TNI (Purn) Anton Nugroho menjelaskan secara teknis pihaknya akan membagi tim-tim yang ada di Unhan pada 181 Sekolah Rakyat tersebut, di mana dalam satu tim terdapat tujuh orang.