NADIKABAR.COM — Kementerian Sosial (Kemensos) berkolaborasi dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan) memberangkatkan kadet atau calon perwira dari Universitas Pertahanan (Unhan) untuk mendampingi siswa Sekolah Rakyat di 181 tempat jenjang SD, SMP, SMA seluruh Indonesia.
Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengemukakan dengan latar belakang siswa Sekolah Rakyat yang berbeda-beda, keberadaan para kadet ini bisa menjadi panutan dan teladan bagi para siswa Sekolah Rakyat, termasuk untuk memberikan contoh karakter baik bagi mereka selama menghadapi kehidupan di asrama dan sekolah.
"Lewat kegiatan ini, kami ingin siswa Sekolah Rakyat makin mengenal dan memahami betapa pentingnya kedisiplinan itu. Kita boleh memiliki perbedaan kemampuan atau minat dan bakat yang berbeda-beda, tidak bisa diseragamkan, tetapi satu hal yang sama, siapa pun kita, ketika ingin sukses, salah satu syaratnya harus disiplin," katanya di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat.
Sebanyak 1.262 kadet dan 206 pengasuh diberangkatkan kali ini. Mereka akan memberikan pendampingan, penguatan karakter dan kepribadian, serta menambah wawasan Nusantara dan bela negara.
"Mereka juga akan memotivasi supaya siswa Sekolah Rakyat juga memiliki kemauan kuat untuk memiliki keterampilan," ujarnya.
Menurutnya, siswa Sekolah Rakyat memiliki perbedaan latar belakang yang cukup beragam, sehingga diperlukan penyesuaian, adaptasi, dan proses pembelajaran yang panjang, utamanya untuk hidup berdampingan bersama orang lain dari wilayah yang memiliki karakter berbeda-beda.
Proses pembelajaran Sekolah Rakyat sudah dilakukan sejak 2025. Saat ini, sudah ada lebih dari 44 ribu siswa Sekolah Rakyat seluruh Indonesia, berada di 181 tempat dengan jenjang SD, SMP, dan SMA.
Rektor Unhan Letnan Jenderal TNI (Purn) Anton Nugroho menjelaskan secara teknis pihaknya akan membagi tim-tim yang ada di Unhan pada 181 Sekolah Rakyat tersebut, di mana dalam satu tim terdapat tujuh orang.
"Tujuh orang itu bersama pengasuh, ya, ada pengasuh dan tujuh orang kadet Unhan ini dari berbagai tingkatan, tingkat 2, 3, dan 4. Mereka dari berbagai macam program studi (prodi), ada kedokteran, kedokteran gigi, teknik, teknik mesin, teknik sipil, ada juga dari farmasi. Nah, mereka semua mempunyai latar belakang ilmu yang berbeda. Harapan kami itu bisa bermanfaat dalam pembelajaran mereka," ujarnya.
Namun demikian, ia menegaskan para kadet ini tidak akan memberikan mata pelajaran khusus seperti guru, tetapi menekankan pada pengembangan karakter dari siswa agar dapat menerima pelajaran dengan baik.
"Kita juga ajak diskusi apa hambatan dan kesulitan-kesulitan mereka. Kita berikan solusi dan jalan yang terbaik agar mereka bisa berubah, intinya mereka itu harus ada perubahan pada diri mereka, baik secara disiplin, karakter, pengetahuan, dan keterampilan," katanya.