Ia menekankan bahwa transformasi digital ini difokuskan untuk melakukan registrasi ulang seluruh penerima bansos guna memperoleh data yang valid berdasarkan nama dan alamat (by name by address).
Selain itu, sistem baru tersebut dilengkapi dengan teknologi verifikasi biometrik pengenalan wajah (face recognition) untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh pihak yang berhak.
Untuk membantu warga yang mengalami kendala teknologi, Kemensos mengerahkan jaringan agen dan relawan di berbagai daerah untuk mendampingi proses pemasukan data koreksi ke dalam sistem.
"Dengan pemanfaatan teknologi digital terintegrasi ini, optimistis ruang kesalahan data dapat dipersempit sekaligus mewujudkan tata kelola penyaluran bantuan sosial yang jauh lebih efisien dan tepat sasaran," kata dia.