Gus Ipul juga menekankan peran pilar sosial, seperti pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), dan Karang Taruna, dalam mendampingi masyarakat yang membutuhkan secara terarah, terpadu, dan berkelanjutan sesuai prinsip 'Kerja Cepat Pasal 34'.
Selain membantu pemutakhiran data, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin mengungkapkan peran penting pilar-pilar sosial dalam mendukung pemerintah terutama saat terjadi bencana, baik bencana alam maupun bencana sosial.
"Para pilar inilah yang terus membantu pemerintah dalam memberikan dukungan kepada kami, bagaimana menyelesaikan atau memberikan bantuan kepada masyarakat," ujar Munafri.
Ia menyampaikan sebagai kota terbesar di Indonesia bagian timur dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat, Makassar juga menghadapi beragam persoalan sosial.
"Maka dari itu kami dari Pemkot bersama seluruh pilar memberikan penguatan terhadap mitigasi baik bencana alam maupun bencana sosial," kata Munafri
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi V, Andi Iwan Darmawan Aras memberikan apresiasi kepada Gus Ipul dan jajarannya atas kinerja dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
"Kami di Sulawesi Selatan sangat berterima kasih kepada Pak Menteri, sudah mengalokasikan sembilan lokasi di sembilan kabupaten/ kota untuk 2025, dan 2026 ini ada empat lokasi lagi. Provinsi Sulsel termasuk provinsi yang paling tinggi progres sekolah rakyatnya di Indonesia," kata Andi.
Menurutnya, Sulsel juga menjadi salah satu provinsi dengan progres pembangunan Sekolah Rakyat tertinggi di Indonesia.
"Percepatan pembangunan ini baru kali ini mungkin di Indonesia. Ada pembangunan gedung sekolah harus selesai dalam waktu hanya kurang dari setahun," katanya.