"Butuh kolaborasi yang sangat cepat karena di titik-titik yang tidak bisa dijangkau, hanya TNI dan Polri yang bisa menjangkau. Dan kita punya logistik yang harus didistribusikan ke titik-titik yang tidak terjangkau, melalui peralatan ataupun sumber daya manusia dari TNI Polri. Ini butuh sinergi yang cepat karena butuh penanganan di bencana alam itu sangat cepat," jelas Agus.

Selain kebencanaan, Agus menyampaikan sinergi Kemensos dengan TNI-Polri juga diperlukan dalam pelaksanaan rehabilitasi sosial, termasuk pendampingan terhadap korban tindak pidana terorisme, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), serta penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA).

"Program Kemensos itu nanti urusannya dengan Kepolisian dan TNI banyak sekali. Salah satunya program Sekolah Rakyat, kemudian program rehabilitasi sosial, mulai dari korban terorisme sampai perdagangan orang dan korban NAPZA," ungkap Agus.

Dalam kesempatan tersebut, Agus juga menyoroti pentingnya kolaborasi dalam mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat sebagai salah satu program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto. Menurutnya, pendekatan rehabilitasi sosial perlu dikedepankan untuk membantu anak-anak memperoleh kesempatan belajar, mendapatkan pendampingan, serta mengembangkan potensi dan karakter mereka.

Agus berharap koordinasi antara Kemensos dan Polri dapat mendorong penanganan yang lebih tepat terhadap berbagai persoalan yang dihadapi siswa, sehingga pendekatan yang dilakukan tidak semata-mata melihat persoalan dari aspek hukum, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan rehabilitasi dan pendampingan anak.