"Kita berharap dengan saling berkoordinasi seperti ini, di lapangan ada perubahan. Sesuatu yang kemarin agak lambat bisa menjadi cepat, termasuk dalam menangani anak-anak Sekolah Rakyat yang membutuhkan pendekatan rehabilitasi dan koordinasi bersama," ujar Agus.
Lebih lanjut, Agus menyampaikan keterlibatan TNI dan Polri juga berpotensi mendukung pembentukan karakter siswa Sekolah Rakyat, terutama dalam menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Agus mencontohkan perubahan positif kebiasaan siswa sejak mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat. Anak-anak yang sebelumnya sulit bangun pagi, kini mulai terbiasa bangun lebih awal untuk menjalani kegiatan harian, termasuk beribadah.
"Yang membanggakan orang tua, anak yang tadinya bangun saja susah, sekarang jam 04.00 sudah bangun di Sekolah Rakyat. Mereka sudah terbiasa menjalankan kegiatan, termasuk salat tahajud," tutur Agus.
Agus menambahkan perubahan perilaku dan karakter siswa mulai terlihat sejak Sekolah Rakyat beroperasi pada 2025. Perubahan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya memberikan akses belajar, tetapi juga membentuk kemandirian dan kedisiplinan anak.