NADIKABAR.COM — Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memperkuat pencegahan zoonosis dan penyelamatan satwa untuk menjaga kesehatan masyarakat serta kelestarian lingkungan di kawasan IKN.
Direktur Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan Hendra Wibawa mengatakan pencegahan zoonosis harus dimulai sejak dini, sebab perubahan lingkungan, termasuk kebakaran hutan, dapat meningkatkan interaksi antara satwa liar, hewan peliharaan, dan manusia.
"Karena itu, kita perlu memperkuat deteksi dini, pengawasan kesehatan hewan, serta kerja sama lintas sektor agar setiap potensi risiko dapat diantisipasi sebelum berdampak pada kesehatan masyarakat,” kata Hendra terkonfirmasi di Jakarta, Sabtu.
Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya menghadirkan infrastruktur modern, tetapi juga perlu memastikan lingkungan yang sehat bagi masyarakat dan satwa di sekitarnya.
Seiring berkembangnya kawasan Nusantara, pencegahan penyakit yang dapat menular antara hewan dan manusia (zoonosis) menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan masyarakat sekaligus kelestarian lingkungan.
Untuk memperkuat kesiapsiagaan tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mendorong penguatan pencegahan zoonosis dan penyelamatan satwa serta hewan peliharaan, terutama dalam menghadapi perubahan lingkungan dan potensi kebakaran hutan.
Langkah ini dibahas dalam kegiatan Sosialisasi Zoonosis dan Animal Rescue yang diselenggarakan oleh Otorita IKN di Gedung Kemenko 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Kalimantan Timur.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Pembukaan Kongres ke-20 Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI).