NADIKABAR.COM — Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan berbagai upaya mitigasi untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terutama terkait dengan sektor perkebunan.
Direktur Perlindungan Perkebunan Kementan Hendratmojo Bagus Hudoro menyatakan upaya mitigasi yang dilakukan Kementan diantaranya dengan membangun 251 hektare demplot Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB), membentuk Kelompok Tani Peduli Api di enam provinsi zona merah.
"Selain itu,mewajibkan lebih dari 2.000 pemegang izin usaha perkebunan memenuhi standar sarana penanggulangan karhutla," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Dia memaparkan lima provinsi dengan sebaran titik panas tertinggi yaitu Kalimantan Tengah (10.896 titik), Kalimantan Barat (3.969 titik), Sumatera Selatan (3.506 titik), Papua Selatan (1.396 titik), dan Kalimantan Selatan (1.073 titik).
Namun dia mengingatkan bahwa titik panas merupakan indikator suhu tinggi yang tetap memerlukan verifikasi faktual (ground check), sebab belum tentu seluruhnya merupakan kejadian kebakaran.
"Namun, kewaspadaan penuh tetap dilakukan mengingat komoditas perkebunan secara agronomi berada di lahan kering dan berisiko saat memasuki fase adaptasi kemarau," kata Bagus.