"Semakin kuat sistem penjaminan mutu kita, semakin besar peluang produk vaksin Indonesia diterima di lebih banyak negara," ujar Agung.

Menurutnya, pengembangan industri vaksin juga memiliki arti penting bagi ketahanan pangan. Vaksinasi membantu menjaga kesehatan dan produktivitas ternak sehingga produksi pangan asal hewan dapat berlangsung secara konsisten.

Ia menambahkan kesehatan hewan adalah bagian penting dalam menjaga produksi. Karena itu, inovasi vaksin terus dikembangkan untuk menjawab tantangan penyakit yang juga terus berubah.

"Kita ingin industri kesehatan hewan nasional semakin mandiri, inovatif, dan mampu memenuhi standar internasional," katanya.

Dikatakan pula, pelepasan ekspor tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190, yang berlangsung pada 26 Agustus hingga 26 September 2026.

Presiden Direktur Vaksindo Satwa Nusantara sekaligus Head of Animal Health and Livestock Equipment Japfa Teguh Yodiantara Prajitno mengatakan ekspansi ke Afrika merupakan bagian dari komitmen perusahaan memperluas jangkauan produk kesehatan hewan Indonesia.

"Langkah penetrasi ke pasar Afrika ini merupakan komitmen berkelanjutan kami untuk menyediakan solusi pencegahan penyakit unggas yang didukung oleh riset ilmiah, pengalaman panjang, serta standar kualitas yang konsisten di tingkat global," kata Teguh.