"Setelah membangun fondasi produksi dalam negeri, Indonesia perlu memperkuat produktivitas, teknologi, investasi, hilirisasi, dan akses pasar agar peternakan nasional semakin mandiri, modern, dan berdaya saing," ucap Makmun.

Karena itu, Makmun menyebut ILDEX Indonesia 2026 menjadi ruang strategis untuk mempertemukan kebutuhan peternakan nasional dengan perkembangan teknologi dan inovasi dari berbagai negara.

Teknologi produksi, kesehatan hewan, pakan, manajemen usaha, hingga pengolahan hasil peternakan menjadi bagian dari perkembangan yang dapat dipelajari dan dikembangkan sesuai kebutuhan di dalam negeri.

Adapun ILDEX Indonesia 2026 menghadirkan 192 perusahaan dari 22 negara, terdiri atas 83 perusahaan Indonesia dan 109 perusahaan internasional.

"Kehadiran pelaku industri tersebut membuka ruang untuk memperluas jejaring usaha, pertukaran pengetahuan, transfer teknologi, dan penjajakan investasi di sektor peternakan," kata Makmun.