NADIKABAR.COM — Kementerian Pertanian menyalurkan bantuan sebanyak 2.640 rol mulsa kepada 64 kelompok tani di Kabupaten Aceh Tengah untuk pengembangan usaha pertanian.
"Bantuan ini merupakan bagian dari dukungan pemerintah pusat untuk membantu petani, terutama dalam pemulihan dan pengembangan usaha pertanian pascabencana," kata Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga dalam keterangan diterima di Banda Aceh, Jumat.
Di sela-sela penyerahan bantuan mulsa pertanian dari Kementerian Pertanian secara simbolis kepada kelompok tani, ia menjelaskan bantuan tersebut harus dimanfaatkan dengan baik untuk mendukung kegiatan pertanian.
"Kelompok tani harus tetap bersatu dan menyampaikan kebutuhan di lapangan agar dapat kita tindak lanjuti bersama," kata Haili Yoga.
Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mendorong dukungan sektor pertanian lainnya. Selain mulsa, bantuan bibit cabai masih dalam proses pengiriman, sementara kebutuhan bibit kopi dan komoditas lainnya akan diusulkan sesuai kebutuhan petani.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat yang selalu hadir membantu masyarakat, khususnya petani di Aceh Tengah," katanya.
Plt. Kepala Dinas Pertanian Aceh Tengah, Iwan Sejahtera, menjelaskan bahwa bantuan disalurkan berdasarkan usulan calon petani dan calon lokasi (CPCL) yang dihimpun dari kelompok tani di setiap kecamatan. Data tersebut menjadi dasar penentuan penerima dan distribusi bantuan.
Ia menyebutkan Kecamatan Jagong Jeget menjadi salah satu penerima dengan alokasi terbesar, yakni 1.048 rol mulsa untuk 44 kelompok tani.
Pemerintah daerah berharap bantuan tersebut dapat mendukung kegiatan budidaya dan meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Dinas Pertanian Aceh Tengah juga melaporkan sejumlah alat dan mesin pertanian telah tiba, termasuk lima unit alat pertanian jenis combine dan sembilan unit alat pertanian lainnya yang dipersiapkan untuk mendukung kegiatan kelompok tani.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah berharap dukungan bantuan pertanian tersebut dapat memperkuat usaha tani, meningkatkan produktivitas, dan membantu pemulihan ekonomi masyarakat.
"Penyaluran bantuan akan terus diikuti dengan pendataan dan koordinasi agar program pemerintah tepat sasaran serta sesuai kebutuhan petani di setiap kecamatan," katanya.