NADIKABAR.COM — Guncangan gempa yang sama belum tentu terasa sama di setiap wilayah. Selain jarak dari sumber gempa, kondisi geologi dan karakteristik tanah setempat ikut menentukan seberapa kuat guncangan yang dirasakan. Untuk memetakan perbedaan itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meluncurkan dua atlas kebencanaan geologi yang mencakup seluruh Indonesia.
"Jadi harapan kami melihat kondisi ini kita bisa petakan di dalam sistem yang terintegrasi. Sehingga siapa pun itu kementerian/lembaga yang mengambil keputusan, mengambil tindakan dalam rangka mitigasi risiko, itu bisa kita menggunakan peta yang sama," ujar Wakil Menteri ESDM Yuliot di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (22/10).
Yuliot menekankan pentingnya sistem yang dibangun bersama. "Yang pertama adalah dengan adanya sistem kita memastikan adanya inovasi sistem, integrasi sistem yang kita bangun bersama-sama," katanya.
Melalui Badan Geologi, Kementerian ESDM meluncurkan Atlas Peta Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi (KRBG) dan Atlas Peta Tapak Lokal Edisi Kedua. Keduanya bisa dimanfaatkan pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, akademisi, maupun masyarakat.