"Kami berharap atlas ini dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah, akademisi, dan para perencana dalam mendukung pembangunan yang lebih tangguh terhadap gempa bumi," ujar Lana.
Kedua atlas juga bisa menjadi referensi awal pembangunan infrastruktur energi. Pembangkit listrik, jaringan transmisi, fasilitas minyak dan gas bumi, serta infrastruktur energi lainnya perlu direncanakan dengan mempertimbangkan potensi bahaya geologi, agar aspek keselamatan dan mitigasi diperhatikan sejak tahap awal.
Kedua atlas dapat diakses gratis melalui Portal Mitigasi Bencana Geologi. Kementerian ESDM berharap informasi di dalamnya tidak berhenti sebagai peta, tetapi diterjemahkan menjadi langkah mitigasi dan menjadi acuan pengambilan keputusan, mulai dari pemerintah daerah hingga warga yang hendak membangun rumah.