Ahmad menyebutkan untuk memenuhi target itu pihaknya sudah mulai menerapkan beberapa metode penyediaan akses listrik seperti melalui perluasan jaringan distribusi untuk wilayah yang dekat dengan jaringan eksisting.

"Metode lainnya dengan memanfaatkan pembangunan mini grid Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal maupun PLTS individual bagi daerah kepulauan atau pegunungan terpencil yang sulit dijangkau jaringan darat," ujarnya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, PLN, dan pemerintah daerah di Sulawesi Tengah terus diperkuat agar seluruh target infrastruktur ketenagalistrikan dapat tuntas sesuai jadwal yang ditetapkan.

"Bagi masyarakat kurang mampu yang berada di daerah berlistrik namun belum sanggup membayar biaya penyambungan, pemerintah menyediakan program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari APBN," tuturnya.