Layanan Migrant Center UTB itu mencakup informasi peluang kerja, pemetaan kompetensi, pelatihan, sertifikasi, penguasaan bahasa asing, hingga pendampingan karier bagi calon pekerja migran.

Mukhtarudin berharap keberadaan Migrant Center UTB dapat mendukung pelaksanaan SMK Go Global sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang profesional, kompeten, dan terlindungi.

Dia juga menilai perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam membangun ekosistem penyiapan pekerja migran karena dapat mengintegrasikan pendidikan, pelatihan, sertifikasi, dan pendampingan dengan kebutuhan industri internasional.

"Dengan demikian, calon pekerja migran tidak hanya dipersiapkan untuk memperoleh pekerjaan di luar negeri, tetapi juga memiliki kesempatan meningkatkan kapasitas diri dan membangun karier jangka panjang," ujar Mukhtarudin.