Menurut dia, kendati pembangunan huntap di Aceh mengalami tantangan terkait jalan akses yang sedikit mempersulit akses pengiriman material, Kementerian PKP tetap bergerak dan memaksimalkan upaya pembangunan huntap di sana.

"Memang di beberapa tempat di Aceh saat ini, sedang terjadi banjir, jembatan putus, dan yang lain-lain yang itu juga sedikit mempersulit akses pengiriman material dan mobilisasi tenaga kerja dan peralatan. Tapi teman-teman di lapangan tetap bergerak dan kita akan maksimalkan," katanya.

Sebagai informasi, hingga akhir September 2026, sebanyak 45 dari total 50 paket pekerjaan pembangunan huntap dan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) telah ditetapkan pemenang tendernya untuk mendukung pembangunan 7.952 unit hunian tetap.

Seluruh pekerjaan ditargetkan berjalan cepat, tepat mutu, tepat biaya, transparan, dan selesai pada 31 Desember 2026.