NADIKABAR.COM — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkirakan Bendungan Karangnongko di Jawa Tengah, berpotensi rampung pada awal 2027 karena proses pembebasan lahan masih berlangsung, meski pekerjaan fisik dan lahan berjalan secara paralel.
Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian PU Adenan Rasyid mengatakan pembangunan Bendungan Karangnongko masih berjalan sesuai target, namun penyelesaian diperkirakan bergeser ke awal 2027 akibat proses pembebasan lahan masih berjalan.
"(Apakah akhir) 2026 (bisa rampung) sepertinya tergantung teman-teman. Tapi kalau lihat dari kondisi sekarang dengan lahan seperti itu, sepertinya di awal 2027 mungkin ya (baru bisa rampung)," kata Adenan terkonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Adenan menjelaskan pekerjaan fisik dan pembebasan lahan dilakukan secara paralel, karena keduanya menjadi bagian penting dalam percepatan pembangunan bendungan tersebut agar dapat selesai sesuai rencana yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Namun ia menyebutkan penyelesaian akhir 2026 masih bergantung pada perkembangan pembebasan lahan karena proses tersebut melibatkan banyak faktor yang harus diselesaikan sebelum pembangunan fisik dapat mencapai tahap akhir sesuai target.
"Iya, masih on-progress semua. Fisik sama lahan kan biasanya paralel tuh. Diharapkan semuanya selesai semua sesuai dengan target kita," ucapnya.
Menurut Adenan, secara teknis pembangunan Bendungan Karangnongko dinilai dapat dilakukan sesuai rencana apabila kebutuhan lahan telah terpenuhi.
"Karena kalau teknis sih bisa, tapi lahan kan banyak faktornya," katanya singkat.