Pekerjaan tersebut dilakukan sebagai langkah awal untuk mengembalikan kapasitas aliran Batang Baliang sekaligus mengurangi potensi hambatan yang dapat memicu luapan air ke kawasan permukiman.
Di bagian hulu, Kementerian PU juga melakukan kajian dan desain cepat untuk menentukan penanganan yang dibutuhkan, termasuk kemungkinan pembangunan sabo dam sebagai infrastruktur pengendali sedimen.
Selain penanganan sungai, Kementerian PU juga memberikan dukungan terhadap pemulihan kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat memobilisasi tiga unit mobil tangki air (MTA) ke Kabupaten Solok untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih.
BPBPK Sumatera Barat juga melakukan identifikasi terhadap prasarana infrastruktur Cipta Karya yang terdampak, termasuk pelayanan air minum, sanitasi dan bangunan pemerintahan.
Di sektor konektivitas, ruas Jalan Nasional Batas Kota Solok–Lubuk Selasih, tepatnya di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, yang sebelumnya sempat tertutup material banjir bandang atau galodo, kini telah kembali fungsional.