NADIKABAR.COM — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara (Sumut) melakukan penanganan tanggap darurat terhadap kejadian jalan amblas hingga terputus di STA 29+900, Ruas Batas Kabupaten Tapanuli Utara-Tapanuli Tengah (Tapteng), Ruas 1, Desa Sibalanga, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumut.

Kejadian tersebut terjadi pada Jumat, 23 Oktober 2026, sekitar pukul 12.15 WIB, akibat intensitas hujan yang tinggi dan berlangsung dalam waktu lama. Kondisi tersebut diperberat oleh peningkatan volume kendaraan yang melintas di ruas Tarutung-Sibolga, menyusul kerusakan dan amblasnya ruas Tarutung-Sipirok yang menyebabkan pengalihan arus lalu lintas ke jalur detour.

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo menegaskan bahwa menjaga konektivitas menjadi prioritas utama pemerintah dalam situasi darurat bencana, mengingat peran strategis jalan dan jembatan dalam mendukung aktivitas masyarakat serta distribusi logistik.

"Konektivitas adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Dalam kondisi bencana, yang terpenting adalah memastikan akses tetap terbuka agar mobilitas warga, bantuan kemanusiaan, dan distribusi logistik tidak terhenti," kata Dody dalam keterangannya, Kamis (29/10/2026).

Diketahui, lokasi longsoran berada di sisi area pekerjaan pembangunan Dinding Penahan Tanah (DPT) dengan fondasi bored pile yang sedang dalam tahap konstruksi. Curah hujan yang tinggi sejak siang hingga tengah malam mengakibatkan badan jalan detour mengalami amblas hingga terputus, sehingga jalur utama Tarutung-Sibolga tidak dapat dilalui untuk sementara waktu.