NADIKABAR.COM — Kementerian Pekerjaan Umum menyiapkan skema pembangunan jembatan sementara jenis Bailey di bendung polor, Kota Tangerang, Banten, sebelum dilakukan pembongkaran bagian bawah agar tetap bisa dilalui kendaraan.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Doddy Hanggodo di Tangerang, Jumat, mengatakan, gagasan pemasangan jembatan Bailey tersebut akan dikoordinasikan bersama Pemerintah Kota Tangerang dan Pemerintah Kota Jakarta Barat untuk menentukan lokasi yang memungkinkan, mengingat kawasan tersebut merupakan jalur penting bagi mobilitas warga.

"Kita mesti pasang jembatan Bailey. Setelah jembatan Bailey kita pasang, baru kita akan bongkar ini. Jadi sebenarnya ini tidak terlalu masalah, cuma persoalannya ada struktur di bawah yang tidak kelihatan," kata Menteri Doddy usai kegiatan susur sungai di Kali Angke Tangerang.

Ia menjelaskan, jembatan polor adalah bendung lama dengan infrastruktur yang dibangun pada zaman Belanda dan awalnya difungsikan untuk mengalirkan air bagi kebutuhan irigasi persawahan.

Namun, seiring perubahan fungsi lahan menjadi kawasan permukiman dan bangunan, keberadaan bendung tersebut perlu dievaluasi kembali karena diduga memengaruhi aliran air.

Ia mengatakan, hingga saat ini belum ditemukan gambar teknis atau blueprint bendung tersebut, baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah terkait. Karena itu, diperlukan kajian lebih lanjut untuk mengetahui struktur di bawah bendung yang diduga menghambat aliran air.

"Ini bendung zaman Belanda. Kita tidak punya blueprint-nya, provinsi tidak punya, DKI juga tidak punya. Kalau dilihat sepintas, airnya tidak bisa langsung mengalir ke sana. Berarti di bawah itu ada struktur tertentu yang menghambat air," ujarnya.

Doddy menjelaskan, salah satu opsi penanganan adalah membongkar bagian struktur di bawah bendung setelah dilakukan kajian teknis. Namun, proses tersebut harus memperhatikan akses masyarakat agar aktivitas warga tidak terganggu.

"Sebagai langkah antisipasi, ia mengusulkan pemasangan jembatan sementara jenis Bailey sebelum pembongkaran jembatan eksisting dilakukan," ujarnya.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan tujuan kegiatan susur sungai dengan mengajak langsung Menteri PU Doddy turun adalah agar masalah di lapangan bisa diselesaikan segera.

"Persoalan banjir di Kali Angke membutuhkan kolaborasi lintas wilayah karena aliran sungai tersebut berdampak terhadap beberapa daerah sekaligus, mulai dari Tangerang Selatan, Kota Tangerang hingga Jakarta," kata Andra.