Ia menjelaskan penyumbatan terjadi akibat gorong-gorong persegi (box culvert) di lokasi tersebut tertutup rapat oleh material sedimen.
Untuk membuka sumbatan air, petugas harus melakukan pengeringan serta penggalian langsung pada jalur box culvert agar debit air dapat mengalir lancar menuju hilir sungai.
Saat ini, upaya pengeringan air menggunakan empat unit pompa berkapasitas 500 liter per detik serta pengerukan menggunakan alat berat terus dilakukan oleh petugas lapangan.
Targetnya dalam beberapa hari ke depan, air yang masih menggenangi salah satu jalur logisitik di Ranah Minang itu dapat dikuras habis, sehingga penanganan dengan optimal segera dilakukan.