"Kita upayakan dapat selesai khususnya di titik paling hilir yang masih mengalami bottleneck atau penyumbatan dalam beberapa hari ke depan," tegasnya.

Agar penutupan jalan tersebut tidak menghambat jalur distribusi logistik di Ranah Minang, pihaknya, lanjut Reski, telah berkoordinasi dengan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumbar untuk membangun jembatan rangka baja pembantu (bailey) di kawasan itu.

Jembatan bailey yang disiapkan memiliki panjang sekitar 40 hingga 50 meter, sehingga kekuatan struktur dan daya dukung tanah tempat peletakan jembatan terus dievaluasi guna memastikan keamanan kendaraan yang melintas.

"Kita sudah lakukan pengamatan dan evaluasi kendaraan yang melintas, rencananya hari ini langsung dipasang jembatan bailey dengan target pengerjaan selesai paling lambat empat hari ke depan," jelasnya.