"Keberhasilan kita juga tidak cukup diukur dari jumlah pelatihan atau peserta yang hadir. Ukurannya harus terlihat pada perubahan nyata seperti produksi kembali berjalan, pesanan bertambah, pasar terbuka, pendapatan meningkat, dan mata pencaharian masyarakat tetap terjaga," ungkap Helvi.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah juga memberikan apresiasi terhadap langkah Kementerian UMKM dalam memperkuat usaha masyarakat terdampak bencana. Menurutnya, penguatan UMKM penting bagi Sumatera Barat karena sektor tersebut menopang perekonomian daerah sekaligus menjadi sumber penghidupan masyarakat.

"Sumatera Barat memiliki hampir 750 ribu UMKM, jika satu UMKM menopang satu keluarga dengan rata-rata lima orang, maka hampir empat juta masyarakat kita bergantung pada aktivitas ekonomi UMKM. Ini menunjukkan betapa pentingnya penguatan sektor UMKM bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat," ujar Mahyeldi.

Pendampingan terhadap UMKM terdampak bencana juga membutuhkan kerja sama dan kolaborasi seluruh pihak. Kementerian UMKM mendorong kolaborasi untuk memastikan pengusaha memperoleh tindak lanjut setelah pendampingan.