Oleh karena itu, lanjutnya, setelah pembekalan tersebut akan dilakukan proses identifikasi dan kurasi terhadap UMKM yang dinilai siap mengikuti tahapan Business Matching.
Ia menyampaikan pada tahap kurasi akan dipertimbangkan potensi produk, kapasitas produksi, kualitas dan konsistensi, kesiapan legalitas, kemampuan memenuhi kebutuhan pasar, serta komitmen menjaga kualitas, kuantitas dan kontinuitas produk.
Ia menyebut kegiatan tersebut diikuti oleh 190 peserta yang terdiri dari 85 pelaku UMKM asal Padang Pariaman dan 15 pelaku UMKM asal Kota Pariaman yang hadir secara langsung di lokasi kegiatan serta 90 peserta lainnya berasal dari Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat dengan mengikuti kegiatan secara daring.
Sementara Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis mengatakan kegiatan itu merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan ekonomi masyarakat sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 18 Tahun 2025 tentang Percepatan Penanganan Darurat, Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
"Bencana tidak hanya merusak sarana dan prasarana usaha, tetapi juga mengganggu produksi, rantai pasok, distribusi, akses pasar, hingga hubungan usaha dengan konsumen. Karena itu, pemulihan UMKM harus diarahkan agar pelaku usaha mampu bangkit, berkembang, memperluas pasar dan naik kelas," kata dia.