Delegasi TUM lainnya, Alina, mengatakan kegiatan lapangan juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempelajari kehidupan masyarakat Indonesia secara langsung sekaligus memperkuat pertukaran pengetahuan antarnegara.

"Mungkin ke depannya bisa ada pertukaran balik ke Jerman, sehingga kedua negara ini bisa saling terhubung, menciptakan sesuatu bersama, dan saling belajar satu sama lain," ujar Alina.

Keterlibatan masyarakat juga menjadi bagian dari kegiatan tersebut. Warga Rempang Eco City, Garim, mengatakan kehadiran peserta dari luar negeri memberikan ruang bagi warga setempat untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai kawasan tempat mereka tinggal.

"Tentunya kita bangga, karena walaupun kita dari tempat yang pedalaman, kita bisa memberikan ilmu kepada warga dari luar negeri," ungkap Garim.

Sebanyak 242 kepala keluarga (KK) atau 842 jiwa telah menempati kawasan hunian baru Rempang Eco City hingga Mei 2026.

BP Batam menyebut perpindahan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan konsep transmigrasi lokal di kawasan Rempang.

Kementerian Transmigrasi pada 3 Oktober 2026 juga mencatat empat Tim Ekspedisi Patriot (TEP) dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Universitas Indonesia (UI), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) telah melakukan kajian di Barelang, mulai dari pengembangan bisnis rumput laut dan pertanian perkotaan hingga penguatan rantai nilai komoditas lokal dan survei terpadu Tanjung Banon.