Hasil kajian tersebut dapat menjadi salah satu basis pengetahuan peserta Summer Course dalam menyusun gagasan pembangunan kawasan yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masyarakat Barelang.

Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan arah baru program transmigrasi tidak lagi sekadar memindahkan penduduk, melainkan mengembangkan wilayah yang mampu menyediakan peluang ekonomi bagi masyarakat.

"Program transmigrasi yang baru mengembangkan wilayah yang menyediakan peluang bagi masyarakat. Kita tidak lagi sekadar memindahkan masyarakat untuk menempati lahan. Kita membangun ekosistem ekonomi tempat masyarakat dapat bekerja, berkembang, dan mencapai kesejahteraan," ucap Iftitah.

Arah tersebut sejalan dengan kebijakan Kementrans yang memprioritaskan revitalisasi 45 kawasan transmigrasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi kawasan dan mengurangi ketimpangan antarwilayah.

Melalui Summer Course 2026, hasil observasi, masukan masyarakat, serta kolaborasi peserta lintas disiplin diharapkan menjadi bahan perumusan strategi pengembangan Tanjung Banon yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, tata ruang, dan kelestarian lingkungan.

Kolaborasi Kementerian Transmigrasi, Undip, dan TUM tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kerja sama pendidikan dan riset sekaligus menghasilkan pendekatan pengembangan kawasan transmigrasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.