Anggaran pada program teknis tersebut ditujukan untuk mengeksekusi lima program prioritas (5T) yakni Trans Tuntas, Transmigrasi Lokal, Trans Patriot, Trans Karya Nusa, dan Trans Gotong Royong.
Guna mempercepat pemerataan dan kemandirian, alokasi tersebut akan diwujudkan dalam berbagai pembangunan infrastruktur dan sarana prasarana. Melalui program Trans Karya Nusa yang dianggarkan hingga Rp 248 miliar (64,57% dari anggaran teknis PPKTrans) dan Rp 32,19 miliar dari Ditjen PEPMT, pemerintah akan merevitalisasi kawasan transmigrasi, membangun rumah produksi, memfasilitasi pertanian terpadu (integrated farming), serta menyalurkan bantuan alat pengembangan produk unggulan.
Sementara itu, untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan pendidikan generasi transmigran, program Trans Patriot mendapat suntikan dana terbesar di Ditjen PEPMT, yakni Rp 170,84 miliar (76,29%). Dana ini dialokasikan untuk riset, pendampingan, hingga pemberian bantuan pendidikan tinggi atau beasiswa.
Lebih lanjut, Kementrans juga akan merespons langsung kebutuhan dasar warga melalui program Trans Lokal. Anggaran disiapkan untuk membangun sarana air bersih, perumahan transmigran, jembatan, drainase, jalan, fasilitas umum, hingga pembukaan lahan dan penyediaan layanan catu pangan (kebutuhan pangan dasar) bagi transmigran di tahun pertama dan kedua.
Isu krusial terkait kepastian hukum juga dituntaskan melalui program Trans Tuntas, yang mencakup inventarisasi Hak Pengelolaan Lahan (HPL), ukur bagi lahan, hingga percepatan penerbitan Sertifikat Hak Milik (SHM).