"Hal ini kemudian meningkatkan resiko stabilitas ekonomi, tekanan terhadap pasar keuangan, perlambatan investasi, dan terganggu rantai pasok global. Namun kita harus bersyukur, di tengah gejolak tersebut, stabilitas ekonomi Indonesia tetap terjaga. Perekonomian Indonesia tahun 2025 tumbuh 5,11% dengan inflasi terjaga pada level 2,92% dan defisit anggaran pada 2,81% dari PDB," terang Purbaya.

Purbaya mengatakan terjaganya perekonomian Indonesia sepanjang tahun 2025 didukung oleh kebijakan fiskal yang diklaim telah mendorong kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut tercermin dari penurunan tingkat pengangguran dan kemiskinan.

Dia menyebut angka pengangguran hingga Agustus 2025 tercatat sebesar 4,85%, lebih rendah dibanding Agustus 2024 yakni sebesar 8,57%. Selain itu, tingkat kemiskinan juga tercatat turun dari 8,57% pada September 2024 menjadi 8,25% hingga September 2025.