NADIKABAR.COM — Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengemukakan program Artificial Intelligence Talent Factory (AITF) merupakan wadah meningkatkan daya saing mahasiswa untuk masuk ke dunia kerja di tengah berkembangnya teknologi kecerdasan buatan (AI).
Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital BPSDM Kemkomdigi, Gunawan Hutagalung saat menghadiri Workshop 1 Artificial Intelligence Talent Factory di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya, Kota Malang, Jawa Timur, mengatakan lulusan perguruan tinggi sekarang tidak cukup berbekal transkrip nilai dan sertifikasi, tetapi perlu dibekali pengetahuan dan kemampuan mengembangkan proyek AI.
"Pasar dunia kerja ada yang membutuhkan kemampuan berpikir dan tenaga untuk bekerja, keduanya bisa digantikan AI, sehingga tantangan sekarang adalah mempersiapkan mahasiswa memiliki kemampuan mengadopsi AI," kata Gunawan.
Para peserta yang mengikuti program AITF terus didorong meningkatkan kemampuannya dalam menggagas inovasi teknologi berbasis AI, khususnya untuk menunjang perkembangan berjalannya program dari pemerintah.