"Ketika nanti mereka bekerja di dunia yang merumuskan strategi, kebijakan berpikir, meneliti itu sudah siap," ujarnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya, Ir Tri Astoto Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM., mengatakan AITF kali ini merupakan batch kedua yang dijalankan dan menjadi keberlanjutan dari program serupa pada 2026.

Tim dari Universitas Brawijaya mendapatkan studi kasus mengenai sistem monitoring di Sekolah Rakyat untuk jenjang SD dan SMP berbasis sistem AI.

"Tadi disampaikan oleh Kemensos itu terkait dengan pengawasan, harapannya dengan use case ini bisa dibantu untuk memonitor," kata dia.